Kotodama

shakuhachi

X-Ray: Pengertian, Cara Kerja Dan Jenisnya

Pernah mendengar tentang sinar X atau X-Ray atau Rontgen (ronsen)? Teknologi hebat ini telah membantu dokter menyelamatkan jutaan umat manusia selama lebih dari seratus tahun setelah ditemukan dan tujuan pemeriksaan ini untuk melihat kondisi di dalam tubuh melalui gambar yang dihasilkan.

Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia tanpa dilakukan pembedahan (non-invasive procedure) sehingga dunia kedokteran sangat terbantu dengan temuan iniTes pencitraan ini membantu dokter melengkapi diagnosis penyakit dan mengobservasi kondisi tubuh

Apa Itu X-ray?

X-ray merupakan salah satu gelombang elektromagnetik yang diantaranya adalah cahaya yang dapat kita lihat. Namun panjang gelombang dari X-ray sangat kecil sehingga frekuensi yang dimiliki X-ray sangat besar dan menyebakan energi yang dimilikinya pun sangat besar. Sinar X mempunyai ukuran panjang mulai dari 0,01 sampai 10 nanometer dengan frekuensi mulai dari 30 petaHertz sampai 30 exaHertz dan mempunyai energi mulai dari 120 elektroVolt hingga 120 kilo elektroVolt.

Sinar ini pun dapat dimanfaatkan untuk memeriksa adanya masalah pada paru-paru, payudara, jantung, pembuluh darah, hingga saluran kemih dan pencernaan. Bahkan pemeriksaan x-ray bisa dilakukan untuk memindai benda padat yang tidak sengaja tertelan. Selain dalam foto Rontgen, x-ray juga digunakan dalam prosedur pemeriksaan CT scan dan fluoroskopi

Gambar hitam putih ini dihasilkan karena jaringan-jaringan tubuh menyerap jumlah radiasi yang berbeda. Misalnya, kalsium dalam tubuh menyerap sinar-X paling banyak, sehingga tulang tampak putih. Sementara lemak dan jaringan lunak lainnya menyerap lebih sedikit, sehingga terlihat abu-abu.

Prioritas utama x-ray memang digunakan untuk melihat tulang dan sendi. Meski demikian, x-ray terkadang juga dipakai untuk mendeteksi masalah pada jaringan lunak seperti organ internal, Cedera, infeksi, patah tulang, radang sendi, pembusukan gigi, osteoporosis atau kanker tulang

Cara Kerja Pemeriksaan X-Ray

Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (sama dengan frekuensi dalam rentang 30 petahertz – 30 exahertz) dan memiliki energi dalam rentang 100 eV – 100 Kev inilah nantinya yang membuat hasil foto x-ray menampakkan perbedaan warna dari putih, abu-abu, hingga hitam

Sinar X ini akan menembus kulit dan bagian tubuh lain kecuali tulang. Ketika pemeriksaan x-ray dilakukan, mesin akan mengirimkan gelombang radiasi elektromagnetik secara singkat ke tubuh untuk memindai kondisi tubuh bagian dalam. Radiasi yang diserap oleh masing-masing bagian tubuh akan berbeda-beda. Bayangan sinar ini kemudian direkam pada film. Setelah film tersebut dicuci, bagian yang tidak dapat ditembus sinar X akan berwarna antara lain adalah

Warna hitam menandakan bahwa X-ray mengenai udara.
Bila mengenai logam atau bagian tubuh yang padat, seperti tulang, sebagian besar partikel X-ray terblokir. Hasil X-ray pun akan tampak berwarna putih.
Jika sinar X-ray mengenai otot, lemak, dan cairan, hasilnya akan memunculkan warna abu-a

Berbagai Jenis Rontgen (Sinar-X)

  • Rontgen Dada

Sebuah rontgen pada dada, mengambil gambar dari jantung, paru, pembuluh darah, saluran pernafasan dan kelenjar getah bening di daerah ini. Tulang dada, tulang rusuk, dan tulang selangka juga masuk dalam gambar. Gambar ini juga menunjukkan bagian atas tulang belakang. Rontgen dada digunakan untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang menimbulkan gejala di daerah dada seperti masalah paru dan pernafasan serta gangguan jantung. Pada kebanyakan kasus, rontgen dada melibatkan dua gambar, yaitu gambar yang diambil dari belakang, dan satu lagi diambil dari samping.

  • Rontgen Tulang Belakang

Sebuah rontgen tulang belakang yang mengambil gambar tulang belakang dan membantu dalam menemukan penyakit dan cedera yang mengenai tulang belakang, sendi, serta diskusnya (cakram atau bantalan antar tulang). Beberapa contoh masalah kesehatan yang terdiagnosis dengan sinar-x tulang belakang adalah patah di tulang belakang, dislokasi (pergeseran), masalah pada diskus, infeksi, dan tumor, dan beberapa lainnya.

Rontgen tulang belakang paling sering digunakan untuk mendiagnosis masalah yang berhubungan dengan tulang belakang seperti skoliosis (kelainan bentuk tulang belakang) atau spina bifida (cacat tabung saraf). Terdapat beberapa subtipe rontgen tulang belakang tergantung pada bagian tertentu dari tulang belakang. Pasien mungkin memerlukan rontgen pada leher, toraks (dada), sakrum atau tulang ekor, atau lumbosakral.

  • Rontgen Anggota Gerak

Merupakan rontgen yang mengacu pada anggota gerak, yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki, lutut, tungkai, pergelangan kaki, dan pinggul. Rontgen anggota gerak ini biasanya diperlukan untuk menemukan dan memeriksa cedera serta penyakit seperti patah tulang dan pergeseran. Beberapa contoh kondisi yang mempengaruhi ekstremitas (anggota tubuh bagian bawah) dan mungkin memerlukan rontgen antara lain adalah tumor, osteoporosis (keropos tulang), dan radang sendi.

Penyakit Yang Bisa Diketahui  Dari Rontgen (Sinar X)

1. Masalah Pada Perut

Rontgen pada bagian perut bertujuan untuk menemukan kelainan pada sistem pencernaan atau organ yang ada di sekitar perut. Berikut masalah pencernaan yang bisa terdeteksi lewat pemeriksaan X-ray:

  • Sistem pencernaan. Pemindaian perut dibantu dengan zat yang disebut barium. Zat ini membuat gambar lebih jelas sehingga masalah pencernaan mudah dideteksi.
  • Organ di sekitar perut. Batu ginjal dan kandung empedu merupakan penyakit yang terjadi di bagian perut. Rontgen membantu mengidentifikasi sumber rasa sakit.
  • Mual. Masalah di perut yang disertai mual, muntah, dan bengkak seringkali sulit didiagnosis sehingga perlu dilakukan rontgen untuk mencari tahu penyebabnya.

2. Masalah Pada Organ Bagian Dada

Rontgen dada merupakan tes pencitraan yang paling umum digunakan. Rontgen dada dapat menunjukkan berbagai macam kondisi dalam tubuh seperti:

  • Nyeri dada. Sama seperti perut, dada dapat mengalami rasa sakit yang sulit didiagnosis tanpa dilakukan rontgen atau proses pencitraan lainnya.
  • Masalah jantung. Jika sistem pencernaan menggunakan barium, tes pencitraan pada jantung menggunakan zat yodium. Rontgen dapat mendeteksi pembuluh darah yang tersumbat.

3. Masalah Paru-Paru

Rontgen bisa mendeteksi adanya kanker, infeksi, ataupun pengumpulan udara di ruang sekitar paru-paru (pneumothorax). Pemeriksaan ini juga bisa menunjukkan kondisi kronis paru-paru, seperti emfisema atau cystic fibrosis, serta komplikasi yang berhubungan dengan kondisi ini.

4. Masalah pada Ekstremitas, Tulang, dan Gigi

Anggota gerak atas dan bawah yang dapat dilakukan pemeriksaan rontgen adalah tangan, kaki, lutut, tungkai, dan pinggul. Rontgen anggota gerak ini biasanya diperlukan untuk memeriksa cedera dan penyakit seperti patah tulang atau pergeseran sendi.

5. Prosedur Setelah Operasi

Pengidap yang baru melakukan operasi pada dada, seperti jantung, paru-paru, ataupun esofagus juga perlu melakukan rontgen dada. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memantau proses penyembuhan. Melalui rontgen dada, dokter dapat memeriksa apakah ada kebocoran udara dan area cairan atau penumpukan udara pada tabung yang ditempatkan di dalam dada saat operasi.

6. Pembuluh Darah

Karena letak pembuluh besar dekat dengan jantung Anda — aorta dan arteri pulmonal dan vena — terlihat pada sinar-X, maka masalah seperti aortik aneurisma, atau masalah pembuluh darah lainnya serta penyakit jantung bawaan dapat terlihat.

Bahaya Rontgen Terlalu Sering

Meskipun memiliki banyak sekali manfaat dalam bidang medis dan juga kedokteran, namun ternyata, rontgen sendiri dapat menyebabkan berbagai macam dampak bagi kesehatan. Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena penggunaan sinar X yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ketika terlalu sering digunakan.

1. Menyebabkan Penurunan Produksi Sel Darah

Bahaya pertama yang dapat ditimbulkan oleh terlalu sering melakukan rontgen adalah radiasi dari sinar x yang digunakan pada rontgen dapat menyebabkan menurunnya produksi sel daarah di dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu dampak dan bahaya langsung yang dapat dirasakan ketika tubuh terlalu sering terkena radiasi dari sinar x, yang salah satunya disebabkan oleh rontgen.

Dengan produksi sel darah yang menurun, sudah pasti hal ini akan berdampak bagi kesehatan kita. Sel darah yang menjadi lebih sedikit dapat menyebabkan anemia, yang memiliki gejala utama seperti tubuh yang menjadi terasa lemas, mudah lelah, letih, dan juga mudah terserang penyakit. Selain itu, hal ini juga kemungkinan dapat berpengaruh pada proses penyembuhan luka pada diri pasien.

2. Menyebabkan Infeksi Dan Iritasi Pada kulit

Bahaya rontgen yang kemungkinan dapat muncul yakni dapat menyebabkan munculnya iritasi dan juga infeksi pada bagian kulit. Terutama bagian kulit yang menerima paparan langsung dari sinar x yang dihasilkan. Paparan dan juga radiasi dari sinar x ini dapat menyebabkan munculnya iritasi pada kulit, dapat dilihat dari kondisi kulit yang memerah, muncul ruam, bintik-bintik serta kulit yang terasa gatal.

Selain itu, berbagai macam penyakit kulit juga dapat muncul, seperti kondisi kulit yang terasa panas dan juga perih. Banyak hal lainnya yang bisa mempengaruhi iritasi kulit ini,

3. Mempengaruhi Penurunan Produksi Sperma Dan Kemandulan

Bahaya lainnya yang dapat muncul karena penggunaan teknologi rontgen yang terlalu sering adalah dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi dari organ reproduksi. Hal ini erat sekali kaitannya dengan kemandulan dan juga penurunan kualitas dari sperma yang dimiliki oleh pria. Selain itu, radiasi dari sinar x yang ditembakkan ketika melakukan pemeriksaan rontgen dan juga dapat menyebabkan munculnya gangguan pada organ reproduksi.

Namun pemeriksaan ini bisa berbahaya bagi bayi dan janin yang sedang berkembang. Perkembangan dan pertumbuhan bayi dan janin yang ada di dalam kandungan bisa terhambat akibat terpapar sinar X. Janin dan bayi sedang dalam masa di mana jaringan dan sel mereka tumbuh dengan cepat. Paparan sinar X dapat menghambat, menghentikan, bahkan mengubah struktur jaringan menjadi tidak normal

Terpopuler

Semua Artikel Merupakan Asli Dari Sumber Yang Terpercaya dan Di terjermahkan kembali ke bahasa indonesia..

Copyright © 2016 KOTODAMA.NET, Powered By Oncom Design

To Top