Kotodama

Pengetahuan

Ulasan Genetika

Pernahkah anda mendengar tentang ulasan genetika? Pastinya pernah donk… Mungkin anda sudah pernah menimba ilmu mengenai pembahasan DNA (Asam deoksiribonukleat) sewaktu masih duduk di bangku sekolah, betul gak? Betul, akan tetapi, itu masih pembahasan DNA dan ada juga pembahasan kromosom yang perlu anda pahami, karena DNA dan kromosom memiliki kaitan erat terhadap perubahan genetika seseorang.

Kembali ke pokok pembahasan, jika anda sudah pernah mempelajari tentang pembelajaran genetika, lantas apa yang membedakan antara gen, DNA, serta kromosom? Nah, bagi anda yang sudah lupa dikarenakan tidak sanggup menghapal semua pembahasan yang bertautan dengan genetika, maka anda sedang diberkahi keberuntungan untuk membaca artikel ini. Mengapa kami mengatakan demikian? Karena berikut di bawah ini, kami akan membahas ulasan gen yang dapat anda pelajari dalam rangkuman yang telah kami kemas dengan menarik. Dan itu semua tidak terlepas dari peran DNA maupun kromosom

Seperti yang kami katakan sebelumnya, peran antara gen, DNA, serta kromosom saling bertautan. Hal tersebut terbukti berdasarkan informasi yang diwartakan melalui BBC, perbedaannya yakni kromosom terbuat dari DNA. Sedangkan gen adalah bagian dari DNA. Sel-sel identik yang diproduksi secara genetik akan menghasilkan jenis pembelahan sel yang disebut “mitosis”. Sedangkan sel gamet yang diproduksi oleh jenis pembelahan sel disebut sebagai “meiosis”. Sel ini mengandung satu pasang kromosom, sedangkan sel-sel tubuh lainnya mengandung dua pasang kromosom.

Sebenarnya kata gen berasal dari bahasa Yunani kuno yakni γόνος, gonos yang berarti lokus (atau daerah) DNA yang terdiri dari nukleotida dan unit molekul turunan. Dan istilah transmisi gen untuk organisme keturunan adalah dasar dari warisan sifat fenotype. Gen ini membuat urutan DNA berbeda yang disebut genotype. Genotype bersama dengan faktor-faktor lingkungan dan perkembangan menentukan apa yang akan menjadi fenotype. Sifat-sifat biologis yang kebanyakan muncul adalah di bawah pengaruh polygenes (banyak gen yang berbeda) serta interaksi lingkungan gen. Beberapa sifat-sifat genetik langsung terlihat, seperti warna mata atau jumlah anggota badan, sedangkan beberapa yang tidak terlihat, seperti jenis darah, risiko untuk penyakit tertentu, atau ribuan dasar proses biokimia yang terdiri dari kehidupan.

Gen dapat memperoleh mutasi dalam urutan, mengarah ke berbagai varian, dikenal sebagai alel, serta populasi. Alel ini menyandikan versi yang sedikit berbeda dari protein, yang menyebabkan ciri-ciri fenotype yang berbeda. Penggunaan istilah “memiliki gen” (misalnya, warna rambut) biasanya merujuk kepada yang mengandung alel berbeda dari gen yang sama. Gen berkembang karena seleksi alam.

A. Sejarah genetika

A.1. Penemuan diskrit warisan unit

Penemuan diskrit warisan unit pertama dicetus oleh Gregor Mendel (1822 – 1884). Dan mulai 1857-1864, di Brno (Republik Ceko), ia belajar pola warisan 8000 tanaman yang dapat dikonsumsi sebagai kacang polong, sehingga timbullah pelacakan sifat-sifat yang berbeda dari orang tua kepada keturunannya. Ia menggambarkan ini secara matematis sebagai kombinasi 2n dimana n adalah jumlah karakteristik yang berbeda dalam kacang polong asli. Walaupun dia tidak menggunakan istilah gen, ia menjelaskan hasil dalam unit diskrit warisan yang menimbulkan karakteristik fisik yang diamati. Deskripsi ini memiliki perbedaan antara genotype (bahan genetik dari organisme) dan Fenotype (sifat organisme). Mendel juga merupakan orang pertama yang menjelaskan berbagai perbedaan antara sifat-sifat yang dominan dan resesif, dan perbedaan antara heterozigot dan Homozigot

Enam belas tahun kemudian, pada tahun 1905, genetika merupakan kata pertama yang digunakan oleh William Bateson. Sementara Eduard Strasburger, masih menggunakan istilah pangene untuk unit fisik dan fungsional dasar keturunan. Kemudian pada tahun 1909 seorang botani Denmark Wilhelm Johannsen menyingkat nama genetika menjadi “gen”.

A.2. Penemuan DNA

Kemajuan dalam pemahaman gen dan warisan terus berlanjut sepanjang abad ke-20. Asam deoksiribonukleat (DNA) ditunjukkan untuk menjadi molekul repositori informasi genetik oleh eksperimen pada tahun 1940-an ke 1950-an. Struktur DNA dipelajari oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins menggunakan kristalografi sinar-x, yang menyebabkan James D. Watson dan Francis Crick mempublikasikan model molekul DNA beruntai ganda basa nukleotida berpasangan yang ditunjukkan melalui hipotesis menarik untuk mekanisme genetik replikasi.

Pada awal 1950-an pandangan yang berlaku adalah bahwa gen dalam kromosom bertindak seperti diskrit entitas, terpisahkan oleh rekombinasi dan disusun seperti manik-manik pada string. Percobaan Benzer menggunakan mutan rusak di wilayah rII Bacteriofag T4 (1955-1959) menunjukkan bahwa, gen individu memiliki struktur linier sederhana dan mungkin setara dengan bagian linier DNA.

A.3. Sintesis evolusioner modern

Teori-teori yang dikembangkan di tahun 1930-an dan 1940-an mengintegrasikan genetika molekuler dengan evolusi Darwin yang disebut sintesis evolusioner modern. Istilah sintesis evolusioner modern diperkenalkan oleh Julian Huxley. Ia mengusulkan sebuah konsep evolusi gen sebagai unit seleksi alam dengan definisi: “mensegregasikan dan menggabungkan dengan frekuensi yang cukup besar”.

B. Hukum pewarisan Mendel

Menurut hukum pewarisan Mendel, variasi dalam fenotype organisme (karakteristik fisik dan perilaku akan diamati) karena sebagian untuk variasi yang genotype (set gen tertentu). Setiap gen menentukan sifat tertentu dengan urutan gen berbeda (alel) sehingga menimbulkan fenotype berbeda. Organisme yang paling eukariotik lainnya (seperti tanaman kacang) memiliki dua alel untuk masing-masing sifat salah satu warisan dari setiap induk.

Alel di lokus mungkin dominan atau resesif. Dominan alel yang menimbulkan fenotype akan menjadi sesuai bila dipasangkan dengan alel apapun untuk sifat yang sama, sedangkan resesif alel menimbulkan fenotype yang sesuai hanya bila dipasangkan dengan salinan lain alel yang sama. Jika Anda tahu genotype organisme, Anda dapat menentukan alel yang dominan dan yang resesif.

Misalnya, jika alel menentukan tinggi batang pada tanaman kacang dominan atas alel menentukan batang pendek, maka tanaman kacang yang mewarisi satu alel tinggi dari salah satu induk dan satu alel pendek dari orangtua lain juga akan memiliki batang tinggi. Karya Mendel menunjukkan bahwa alel bekerja independen dalam produksi gamet, dan memastikan variasi dalam generasi berikutnya. Meskipun hukum pewarisan Mendel tetap menjadi model yang baik bagi banyak ciri-ciri yang ditentukan oleh satu gen (termasuk sejumlah gangguan genetik yang terkenal), namun itu tidak termasuk proses replikasi DNA dan pembelahan sel.

C. Evolusi Molekuler

C.1. Asal-usul gen baru

Sumber yang paling baru dalam keturunan eukariotik adalah duplikasi gen, yang menciptakan salinan angka variasi gen yang ada dalam genom. Dalam hal ini, gen dihasilkan (paralogs) kemudian komplit berurutan dan memiliki fungsi. Set gen yang dibentuk dengan cara ini terdiri dari sebuah gen keluarga. Duplikasi gen dan kerugian dalam keluarga akan mewakili sumber utama evolusi keanekaragaman hayati. Tapi terkadang, duplikasi gen dapat mengakibatkan salinan gen nonfungsional, atau salinan fungsional dapat dikenakan mutasi yang mengakibatkan hilangnya fungsi. Dan gen nonfungsional ini disebut pseudogenes.

C.2. Jumlah gen

Ukuran genom, dan jumlah encode gen bervariasi secara luas antara organisme. Genom terkecil terjadi pada virus (yang dapat memiliki minimal 2 gen pengkodean protein), dan viroids (yang bertindak sebagai satu non-coding RNA gen). Sebaliknya, tanaman dapat memiliki genom besar, dengan beras yang mengandung 46.000 gen pengkodean protein. Disamping itu, jumlah gen pengkodean protein diperkirakan memiliki 5 juta urutan.

C.3. Gen yang penting

Gen yang penting adalah seperangkat gen yang dianggap penting bagi kelangsungan hidup organisme. Definisi ini mengasumsikan ketersediaan melimpah semua nutrisi yang relevan dan tidak adanya kondisi stres. Hanya sebagian kecil dari suatu organisme yang merupakan gen sangat penting. Dalam bakteri, diperkirakan ada 250-400 gen yang penting untuk Escherichia coli dan Bacillus subtilis.

Well, itulah pembahasan mengenai ulasan genetika yang perlu anda ketahui. Atas kunjungan dan partisipasi dari seluruh pembaca, maka kami selaku penulis mengucapkan terima kasih. Enjoy your life and see you next time. Have fun guys.

Terpopuler

Semua Artikel Merupakan Asli Dari Sumber Yang Terpercaya dan Di terjermahkan kembali ke bahasa indonesia..

Copyright © 2016 KOTODAMA.NET, Powered By Oncom Design

To Top