Kotodama

Pengetahuan

Rumpun Anggur Putih Picu Melanoma

Apakah anda pernah minum anggur putih? Jika ya, jenis anggur putih yang mana anda minum. Kita semua tahu, bahwa anggur putih lebih banyak dipergunakan sebagai aperitif. Jika berbicara soal taste dan aroma, maka anggur putih memiliki rasa yang lebih ringan daripada red wine

Akan tetapi, sebelum kita mengulas lebih mendalam tentang rumpun anggur putih yang akan dibahas dalam artikel ini, mari kita terlebih dahulu mengenal efek samping yang dapat membahayakan nyawa anda sewaktu meminum anggur putih.

Menurut informasi yang diwartakan melalui Twitter CNN Health dengan rubrik bertajuk “Study says: Drink White Wine Can Increase Risk of Melanoma“, menginformasikan bahwa rutin mengonsumsi anggur putih dapat menyebabkan penyakit kanker kulit yang dikenal dengan Melanoma.

Lantas apa sebenarnya hubungan minum anggur putih dengan timbulnya Melanoma? Tentu saja hubungan pengkonsumsian alkohol yang terkandung dalam anggur putih memiliki tautan erat dengan timbulnya kanker Melanoma seperti video yang dijelaskan di atas. Kembali ke pokok pembahasan, jika anda sudah paham tentang bahaya timbulnya kanker Melanoma, berikut terdapat rumpun anggur putih yang dapat memicu Melanoma.

Melalui informasi yang diwaritakan oleh Okezone, atas dasar varietas anggur, ada 5 rumpun anggur putih yang akan menimbulkan kanker Melanoma, yakni:

A. Chardonnay

Chardonnay adalah anggur berkulit hijau yang digunakan dalam produksi white wine. Anggur ini berasal dari wilayah Burgundy Perancis, tapi sekarang dapat ditemukan dari Inggris hingga New Zealand.

Pada iklim dingin (seperti Chablis dan AVA Carneros California), Chardonnay cenderung digunakan menjadi media untuk penghantar cahaya dengan tingkat keasaman dan memiliki citarasa plum layaknya apel dan pir. Sedangkan di lokasi hangat (seperti Adelaide Hills dan Semenanjung Mornington yang terletak di Australia dan Gisborne serta Marlborough wilayah Selandia Baru), rasa yang dimiliki akan menjadi seperti jeruk, peach, dan melon.

B. Pinot Gris / Pinot Grigio

Lain halnya dengan Pinot Gris / Pinot Grigio yang berbeda dengan Chardonnay. Pinot gris atau Grauburgunder adalah anggur putih yang termasuk spesies Vitis vinifera. Pinot berasal dari kata “kerucut pinus” dalam bahasa Perancis, dikarenakan jenis anggur ini tumbuh di hutan cemara berbentuk kerucut. Jenis anggur Pinot Gris yang dihasilkan pun memiliki variasi warna mulai dari kuning bahkan merah muda. Disamping itu, Pinot gris juga memiliki anggur berbentuk sama yang tumbuh di Italia. Anggur ini dikenal sebagai Pinot grigio.

C. Sauvignon Blanc

Sauvignon blanc adalah anggur berkulit hijau yang berasal dari kawasan Bordeaux di Perancis. Pemberian nama anggur ini terinspirasi dari nama Perancis yakni sauvage (“liar”) dan blanc (“putih”). Anggur ini juga merupakan komponen dari anggur pencuci mulut yang terkenal seperti Sauternes dari kawasan Sauternais, Bordeaux. Sauvignon blanc banyak dibudidayakan di Prancis, Chili, Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat. Beberapa wine Sauvignon blancs di California, dikenal sebagai “Fume Blanc”.

D. Viognier

Viognier (ejaan Perancis: [viɔɲje]) adalah anggur berkulit hijau yang tumbuh di lembah Rhône. Selain lembah Rhône, Viognier dapat ditemukan di daerah Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Israel.

Seperti Chardonnay, Viognier memiliki potensi untuk menghasilkan anggur dengan buah yang padat, dan lembut. Berbeda dengan Chardonnay, varietas Viognier lebih memiliki rasa dan aromatik yang alami layaknya Persik, pir, Violet dan mineral. Untuk menghasilkan kualitas proses anggur Viognier terbaik, maka itu sangat tergantung pada praktek viticultural dan kondisi iklim.

E. Riesling

Riesling adalah anggur putih yang berasal dari wilayah Rhine, Jerman. Riesling adalah varietas anggur aromatik yang memiliki aroma bunga, serta keasaman tinggi. Anggur ini digunakan untuk membuat dry white wine, semi manis, sweet, dan sparkling.

Dalam iklim dingin (seperti banyak kawasan anggur Jerman), anggur Riesling cenderung memiliki rasa buah apel dengan tingkat keasaman yang kadang-kadang seimbang dengan sisa gula. Sedangkan pada iklim tropis, anggur ini akan memiliki rasa jeruk dan persik seperti yang terdapat pada Alsace, Prancis timur dan bagian Austria.

Pada tahun 2006, Riesling tumbuh di Jerman dengan persentase 20.8% dari lahan seluas 52,380 hektar, di wilayah Alsace dengan persentase 21.9% dari 8.300 hektar luas lahan. Selain di Jerman dan Alsace, Riesling juga dapat ditemukan di Serbia, Republik Ceko, Slowakia, Luksemburg, Italia utara, Australia, Selandia Baru, Kanada, Afrika Selatan, Cina, Ukraina, Washington, California, Michigan dan New York.

Well, itulah pembahasan mengenai rumpun anggur putih picu Melanoma yang telah kami paparkan dalam artikel ini. Melalui pembahasan artikel ini, kiranya seluruh pembaca dapat mengambil sisi positif dari pengkonsumsian anggur, terutama white wine. Karena sebagian besar anggur baik itu kategori red wine, anggur putih, sparkling wine, fortified wine, dan lain sebagainya sudah pasti memiliki kandungan alkohol yang dapat membahayakan kesehatan kita semua. Nah, sekian pembahasan tentang dampak anggur putih yang dapat menimbulkan kanker kulit dari kami, atas kunjungan dan perhatian dari para pembaca sekalian, maka kami selaku penulis mengucapkan terima kasih. See you in the next interesting article and have fun.

Terpopuler

Semua Artikel Merupakan Asli Dari Sumber Yang Terpercaya dan Di terjermahkan kembali ke bahasa indonesia..

Copyright © 2016 KOTODAMA.NET, Powered By Oncom Design

To Top