Kotodama

heatlhy

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa atau yang biasanya dikenal sebagai RP adalah kelainan yang ditandai dengan melemahnya penglihatan periferal secara progresif dan kesulitan penglihatan pada malam hari, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan. Lalu, apa yang menjadi penyebab timbulnya penyakit tersebut?

A. Penyebab timbulnya Retinitis Pigmentosa

Biasanya penyebab timbulnya retinitis pigmentosa dapat dimulai dari perubahan yang terjadi dalam salah satu atau lebih dari 50 Gen. Dan gen ini mempunyai fungsi untuk membuat protein yang diperlukan dalam sel yang terdapat di retina, atau yang disebut dengan fotoreseptor. Dan jika terjadi beberapa perubahan atau mutasi, maka gen tersebut tidak dapat membuat protein, yang pada gilirannya akan membatasi fungsi sel. Disamping itu, mutasi tersebut juga dapat memproduksi protein yang beracun bagi sel. Sehingga sangat wajar hal tersebut akan menyebabkan kerusakan pada fotoreseptor. Kemudian, fotoreseptor yang sudah rusak akan menimbulkan gejala berikut.

B. Gejala Kerusakan Fotoreseptor

Tahap awal gejala ini dapat menyebabkan sel batang pada retina terkena dampak kerusakan lebih parah daripada sel kerucut. Seperti batang sel yang mati, sehingga hal tersebut membuat orang yang menderita penyakit ini akan mengalami rabun dan hilangnya progresif bidang visual, serta ruang penglihatan pada suatu objek tanpa menggerakkan mata. Selanjutnya kerusakan yang terjadi pada sel batang akhirnya akan berdampak ke sel kerucut, yang menyebabkan orang cenderung kehilangan lebih dari bidang visual untuk melakukan tugas penting dari hidup mereka, seperti membaca, mengemudi, berjalan tanpa bantuan atau mengenali wajah serta benda. Nah, untuk mencegah parahnya kerusakan yang terjadi pada fotoreseptor, maka hal pertama yang perlu dilakukan yaitu mengunjungi dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosa. Berikut penjelasannya.

C. Diagnosa untuk pencegahan

Jika anda mendapatkan diagnosa dari dokter spesialis mata, maka dokter tersebut akan melakukan tes berikut.

1. Pengujian Visus

Kebanyakan orang akrab dengan tes ini, dalam tes ini seorang penderita retinitis pigmentosa akan melihat huruf sambil duduk di jarak tertentu.

2. Pengujian bidang visual

Tes ini bertujuan untuk mengukur visi penderita retinitis pigmentosa. Dan jika pada sisi layar terdapat garis halilintar yang bergerak ke pusat penglihatan, maka pasien dapat menekan tombol. Namun setelah mendapatkan hasil diagnosa, biasanya dokter akan merekommendasikan treatment berikut.

D. Treatment untuk pasien Retinitis Pigmentosa

Sampai sekarang masih belum ada obat spesifik untuk mengobati retinitis pigmentosa. Dan selama bertahun-tahun lamanya, kebanyakan dokter biasanya merekomendasikan konsumsi suplemen vitamin A sebesar 15.000 IU sehari, untuk memperlambat kondisi memburuknya penyakit tersebut.

Akan tetapi studi lain mengatakan bahwa diet kaya omega 3 yang mengandung asam docosahexaenoic juga dapat memperlambat perkembangan penyakit. Seperti diet yang mencakup dua sampai tiga porsi minyak ikan seperti salmon, tuna, makarel, atau sarden perhari. Dan peneliti memperkirakan bahwa kombinasi antara vitamin A ditambah dengan diet ini bisa memberikan tambahan penglihatan selama 20 tahun.

Terpopuler

Semua Artikel Merupakan Asli Dari Sumber Yang Terpercaya dan Di terjermahkan kembali ke bahasa indonesia..

Copyright © 2016 KOTODAMA.NET, Powered By Oncom Design

To Top